In Memorial Bapak BJ Habibie

In Memorial Bapak BJ Habibie

Di tahun 1989, saya yang baru lulus SMP mengikuti Pusat Pendidikan Kejuruan Teknik Pusdiklat PT. PAL Indonesia yang bapak dirikan mulai tahun 1986.

Bapak menjelaskan bahwa ini adalah konsep pendidikan untuk menciptakan manusia terampil siap pakai.
Di Pusdiklat PT. PAL ini kami digembleng selama 3,5 tahun dengan konsep 2 hari pendidikan teori dan 3 hari pendidikan praktek. Jadi, pendidikan kami selama 3,5 tahun ini adalah 5 hari mulai jam 7.30 sampai jam 18.00. Tanpa biaya sepeserpun, dapat uang saku dan dapat makan siang.

Kami yang merupakan angkatan ke 4 Pusdiklat PT. PAL Indonesia ini, bersaing ketat dengan 1.200 pendaftar untuk merebutkan hanya 120 kursi di 6 kejuruan.
1. Kejuruan Shipbuilding
2. Kejuruan Permesinan Kapal
3. Kejuruan Listrik Kapal
4, Kejuruan Welder / Pengelasan
5. Kejuruan Interior Kapal
6. Kejuruan Boatbuilding

Mulai masuk pendidikan sampai lulus pendidikan di Pusdiklat PT. PAL ini kami tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Bahkan kami Bapak berikan uang saku sebesar 25.000 untuk kelas 1, 30.000 untuk kelas 2, dan 35.000 untuk kelas 3.
Saat kunjungan Bapak ke Pusdiklat PT. PAL, Bapak bertanya ke kami siapa yang rumahnya paling jauh. Salah satu teman kami yang rumahnya Malang maju ke Bapak. Dan saat itu juga uang saku kami, Bapak naikkan menjadi 50.000.
Ini merupakan nilai uang saku yang lumayan besar kalau melihat gaji pegawai saat itu 175.000.

Di tahun pertama, kami Bapak gembleng dengan 2 hari teori praktis dan 3 hari praktek di bengkel Pusdiklat. Saat itu kami harus menguasai semua praktek dasar logam, dasar kayu, dasar listrik dan dasar pengelasan.

Di tahun ke dua, kami Bapak tambahi kerja praktek OJT di Divisi produksi PT. PAL selama 3 bulan secara penuh.

Di tahun ke tiga, kami juga Bapak gembleng dengan OJT di Divisi produksi selama 3 bulan penuh.

Di OJT ini kami seperti layaknya orang bekerja. Kami belajar kepada para karyawan yang senior untuk membuat kapal. Boleh diibaratkan saat itu kami juga ikut membuat kapal.

Kami kagum kepada Bapak.
Sebelum orang lain menggembor-gemborkan Full Day School, kami sudah Bapak didik sehari penuh di PT. PAL Indonesia.
Sebelum orang lain menggembor-gemborkan mobil buatan anak SMK, kami yang setara SMK, sudah membuat Kapal.

Bapak benar-benar ikhlas mencerdaskan bangsa Indonesia ini tanpa pamrih.

Selamat jalan Bapak….
Jasa-jasa bapak kepada kami dan Indonesia akan selalu kami kenang selamanya.